Rabu, 15 Mei 2013
Tanpamu
Seperti burung yang terbang dengan satu sayap
Mampu melintas awan, tapi dengan rasa sakit yang tak tertahan
Seperti gelap malam yang hanya di temani bulan, tanpa bintang.
Tanpa rasi yang membentuk gugusan-gugusan indah,
Mampu temani jiwa-jiwa sepi meski tanpa keindahan sempurna
Seperti mentari yang kekurangan cahaya
Tak mampu menghangatkan meski mampu tuk sedikit menerangi
Seperti aku yang kehilangan setengah nyawa
Masih mampu berdiri meski raga terlalu rapuh
Terselip segumpal luka dalam senyumku
Kehilangan yang teramat perih, perih, sangat perih
Tersiksa batin, tersiksa hati, tersiksa seluruh jiwa-jiwaku.
Mampu melintas awan, tapi dengan rasa sakit yang tak tertahan
Seperti gelap malam yang hanya di temani bulan, tanpa bintang.
Tanpa rasi yang membentuk gugusan-gugusan indah,
Mampu temani jiwa-jiwa sepi meski tanpa keindahan sempurna
Seperti mentari yang kekurangan cahaya
Tak mampu menghangatkan meski mampu tuk sedikit menerangi
Seperti aku yang kehilangan setengah nyawa
Masih mampu berdiri meski raga terlalu rapuh
Terselip segumpal luka dalam senyumku
Kehilangan yang teramat perih, perih, sangat perih
Tersiksa batin, tersiksa hati, tersiksa seluruh jiwa-jiwaku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar